7.12.2005

pang | gung





Iya, teman.
Ini panggungku.
Panggung yang kupilih dengan kesadaran penuh.
Yang kujaga dengan kantuk sangat tiap malam.
Berteman dengan ribuan hening.
Berpacu bersama lajunya waktu.
Bersandar pada ludah dan peluh.
Bernyawa oleh denyut lamat.

Iya, teman.
Itu panggungmu.
Yang kauhiasi indah.
Dengan lampu-lampu semarak.
Bak 50 tahun emas Indonesia Merdeka.
Bertaburan intan permata.
Berseliweran oleh domba-domba berdasi.
Berkacak di antara serdadu-serdadu wangi.
Berkacamata dengan silaunya lentera kristal.

Iya teman, kita ada di sandiwara yang sama.

Tapi, entah
mengapa kita berada di sisi panggung yang sangat berbeda....


Terinspirasi oleh:
Kenaikan harga BBM, malnutrisi & busung lapar, krisis listrik & BBM, Perpres Tanah, rekonstruksi-macet Aceh, vonis Nurdin Halid & Adiguna, industri tengik bernama Periklanan, omong kosong Widya 'Pertamina' Purnama, hemat energi ala badut Jusuf Kalla, pertunjukan opera Mahakampung Cinta-nya Guruh & Didi Petet, dan pernikahan Agus & Anissa.




Meja XCR Menghadap Langit Dengan Awan Bergulung Entah Hujan Entah Tidak
110705
muak.mual.muntah.

7.01.2005

Kata Pertama





Kadang suka mbayangin gak sih apa kata yang pertama kali kita ucapin waktu bayi?
Apa ya kira-kira?

Standardnya sih:

"papa"

"mama"

atau jangan-jangan kalo gue:

"bola.." =)

Berkhayal mergokin bayi-bayi ngucapin kata pertama mereka, ternyata menyenangkan juga.

Misalnya:


Gene Roddenberry
: "Space..."

Kirk Hammet: "Jeng jeng terettt" (kata pertama udah tiga kata????)

Asia Carrera: "owwhhhhh"

Maradona: "Gol.."

Bill Gates: "deng-dong!" (suara windows error)

Isaac Newton: "aduhhhh!"

Sutiyoso: "Slllllrrrpppp" (suara jilatan pantat)

Nurdin Halid: "Freeedooommmm" (gaya Brave Heart)

Koes Hendratmo: "ho-hokeeehh..."

Deddy Corbuzier: "Konsentrasi!" (yew yew wasaisi, mulut lo bau trasi!!!)

Bucin & Diki (Dynamic Duo :)) ): "apdeeetttt.."

Alia: "BiLOG!"

Pak Haji Awi--tetangga gue: "Berangkat??"
(entah kenapa dia selalu nanya gitu kalo pas gue mau pergi--ya jelas berangkat lah pak haji!!! Gimaneee sehhh????")

Mungkin bisa lebih panjang lagi khayalan gue.
(Atau mungkin lo yg baca postingan ini mau nambahain khayalan gue?)
Sejenis kayak email dan sms berantai soal "describe me in one word" itu.

Tapi ada satu hal yang bukan khayalan.

Dulu gue yakin kata pertama-nya Naia pasti "papa".
Karena kata "Bunda" secara lafal lebih susah buat lidah bayi.
Tapi beberapa hari lalu gue menangis.
Antara geli dan trenyuh.
(Karena setelah itu dia selalu ngucapin kata yg sama di saat yang sama)
saat dia haus dan ndeketin Astri,

di tengah raungan dan tangisnya dia bilang:

"NENEN...!!"



Meja XCR lantai II tetep di depan poster dedek Dhini Aminarti
040705
ha.ha.hik.

6.07.2005

Twist of Fate





Entah kayak apa perasaan Martunis.
Bocah umur 8 tahun korban tsunami itu gak "cuma" keilangan Ibu, kakak, dan adiknya.
Dia sendiri nyaris keilangan nyawa setelah 3 minggu terkatung-katung di laut lepas.
Bertahan idup dari mie intsant dan air mineral yang kebawa ke lautan.

Tapi nasib buruknya dipelintir abis sama baju yang dia pake.

Kalo gak gara-gara kostum "palsu' timnas Portugal no 10 nya Rui Costa yang dia pake waktu dia diselametin, dia gak bakal diliat sama Christian Ronaldo di TV.

Dan berarti dia kemudian gak akan dikasih rumah sama Luis Felipe Scolari, pelatih timnas Portugal.

Dia gak akan dikasih isi rumah lengkap dari pemerintah Portugal

Dia gak akan akan dikasih sumbangan uang sekitar Rp 460 juta sama federasi sepakbola Portugal.

Dia gak akan punya kostum timnas asli bernomor punggung 1 dengan nama Martunis, lengkap dengan tanda tangan semua pemain timnas Portugal mulai dari Ronaldo (Man U), Figo (Real Madrid), Deco (Barcelona), sampai Paulo Ferreira (Chelsea).

Dia gak akan digandeng sama Luis Figo ke tengah lapangan sebelum pertandingan kualifikasi Portugal vs Slowakia, salaman sama Presiden FIFA Sepp Blatter, dan nonton pertandingan yang dimenangin sama Portugal 2-0 itu dari tribun kehormatan duduk di sampingnya Manuel Rui Costa, pemain favoritnya....!

Kadang Forrest Gump memang ada benernya.
Kita gak bakal pernah tau apa yang bakal kejadian sama idup kita.
Mau keplintir jadi buruk atau jadi baik (atau keplintir buruk dan dipelintir balik jadi baik, kayak Martunis), batasnya emang tipis.

Setipis skenario buruk George Lucas yang mlintir Anakin jadi Vader dalam sekejapan jari berpaling dari Force ke Dark Side...
(gak worth sama penantiannya, jooo)

Setipis batas antara apatis, gak nasionalis, sama think big-nya seorang pengarah kreatif agensi lokal
(Masih geleng-geleng ke Bucin... =^p)

Setipis jawaban dokter, insinyur, dan pilot, jaman kecil ditanya cita-cita kita.
(gedenya toh jadi kuli iklan, DJ, atau socialite)

Setipis semangat gue tetep kerja di industri ini....

Terinspirasi obrolan sama Yenny, obrolan sama Mimin, debat kusir sama Bucin di milis, Star Wars 3: Revenge of the Culuns, dan the un-opportunist Martunis


meja XCR yang bentar lagi gak ditempatin oleh empunya
070605
takjub. takut. taktau.

6.03.2005

Miracle





Ada yang merhatiin gak kenapa waktu Sheva
--pemain paling gue kagumi skillnya saat ini--
gagal ngeksekusi penalti malem itu, gak ada cahaya dari langit yang turun menyorot ke bumi?

Atau waktu W. Max Felt kemaren ngebuka jatidirinya sebagai Deep Throat,
--tokoh sentral pembocor kasus Watergate--
setelah 30 tahun bungkem, gak ada gempa bumi atau suara menggelegar dari langit.

Padahal, buat gue, jelas-jelas dua hal tadi itu sebuah mukjizat yang gak bisa gue percaya.

Gimana mungkin European Footballer 2004 gagal mencetak gol dari seorang kiper tolol langganan blunder!!?

Gimana mungkin orang normal bisa sekuat itu dan selama itu nyimpen rahasia.
(Kebayang banget kalo gue jadi Deep Throat, 2 menit berikutnya seluruh dunia udah tauk, kali!!)

Di jaman sekarang emang ternyata mukjizat datang dengan cara yang beda.
Lebih sering tanpa scene-scene dramatis kayak ray of light atau suara-suara nggema di film-film.

Kadang dateng dengan bisik-bisik.

Kadang dateng dengan tangisan menggelegar.
Seperti 6 bulan lalu waktu kamu dateng di dunia, dik.

Sampe sekarang pun kehadiranmu masih jadi mukjizat di tiap malam.

Di tengah tsunami kerjaan yang memuakkan sepanjang 2 minggu belakangan ini....

Hhhhhh....


Meja XCR dgn tumpukan barang-barang gak karuan--entah punya sapa aja. CHAAAAT!!
030605
pitch.current.hoeeek.

5.11.2005

Kamu Jonimu





Entah kenapa, berita itu tiba-tiba terlintas lagi di otak—meskipun udah basi.
TOTET? UMROH?
Gila.. Dua kata itu kayaknya gak layak bersandingan deh!

Masih lebih layak nyandingin Charles dengan Camilla Parker, Jose Mourinho dengan Premiership, Tony Blair dengan George Wacky Bush, atau bahkan Jusuf Kalla dengan Badut Ancol ! Karena mereka semua itu bener-bener mengisi satu sama lain.

Tapi, Totet dengan Umroh!!??

Buat gue ngebayangin hal itu adalah pekerjaan yang sangat susah!
Sesusah ngebayangin orang seawam dan secantik Mariana, fasih ngucapin istilah “proyeksionis” di film JANJI JONI. –istilah yang amat sangat langka diucapin orang awam di kehidupan nyata.
(Kenapa Joko Anwar gak suruh dia ngomong “Tukang Puter Film di Bioskop” aja sihhh???)

Tapi sebenernya apa sih susahnya?
Toh gak ada satu halpun di dunia ini yang mustahil…
Nyandingin Mulyana W. Kusumah dengan suap aja sekarang pun bisa kok...
Apalagi nyandingin Kepala BKPM ama Preman JIS!
Belum lagi nyandingin FPI sama graphic house!!!
Wong Habib-nya udah bisa bikinin logo buat kaset, jee…
(jangan2 FPI itu singkatan Freehand-Photoshop-Illustrator ????)

Toh Totet kan cuma seorang aktor di sebuah film berjudul KEHIDUPAN.
Yang memainkan adegan dari roll film ke roll film berikutnya.
Yang Maha di Atas adalah sutradaranya.
Dan Joni si pengantar roll adalah Totet sendiri.
Terserah dia, mau sampai bagian mana kisah itu diputer…

Setiap orang berhak menjadi Joni-nya sendiri.
Gak tergantung orang lain cuman untuk nuntasin ending film tentangnya.
Gak tergantung orang lain buat ngisi film dengan roll-roll miliknya.

Ini film tentangmu.
Ini roll film-mu.
Jadilah Joni-mu.

Layaknya seorang Sesek,
yang memutuskan untuk mengisi hari sabtu itu dengan roll-roll film berisi adegan:

- Winning Eleven sepagi-siangan
- Nemenin Astri belanja baju dan sepatu di Kayla
- Bawa Naia di-imunisasi dr. Waldi,
- Nemenin Astri dicabut jahitan drg. Franky
- Cekikikan nonton Janji Joni di PIM
- Flaming Towers di Blowfish

apa roll film berikutmu, Sek?

apa roll film berikutmu, Tet?

---

Terinspirasi oleh film bagus berjudul Janji Joni, keuletan Astrid dengan Kayla-nya, dan kemabukan anak-anak eks taman belakang di Blowfish, yang tetap sama ngangeninnya.. =)



Kamar Belakang Gandul
090505
wild. weird. wacky.

4.13.2005

Midnight Scene





"'!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Bunyi Alarm bikin gue kaget setengah mampus!

"Ngepetz!"

Di samping gue, Astri ngebuka matanya pelan-pelan. Jelas lah!
Boro-boro bunyi alarm,
suara Naia ngerengek dikit aja bisa bikin dia melek apalagi alarm!
(kecuali saat dia gak kebangun waktu gue titip bangunin Liv 2-1 Juve minggu kemaren!)

Gue sendiri lupa kalo gue pasang reminder hari ulangtahun dia
jam 00.01 di HP gue.
Gue yang lagi mulai mau mbakar aromatherapy langsung beraksi cepat.

Bungkusan kado, kartu, dan bunga
yang tadinya gue umpetin cepet-cepet gue keluarin.
Gue taroh di samping aromatherapy yang lagi nyala.
Secepat kilat gue nyalain kasetnya Naia dalem tape yang emang udah gue siapin.
Sesaat kemudian lagu "panjang umurnya" terlantun di tengah malem itu.

Astri ketawa ngakak seada-adanya.

Mungkin dia geli karena ternyata gue make cara almarhum Papanya waktu dia kecil ulang tahun.
Papa Pims selalu naroh kado di meja dan nyetelin lagu "happy bday" dari kaset, waktu dia bangun pagi di hari ultahnya.
Seperti rencana gue semula.
Tapi gara-gara alarm, rencana gue berubah dipercepat jadi tengah malem itu.
Dan di tengah malem itulah Astri dengan muka bahagia
niup "lilin ulang tahunnya" berupa aromatherapy.
=^p

Gak sia-sia gue beli kado jauh-jauh hari.
Pake dipergoki sama Narga lagi ngobrol ama mbak2 Global.
Ke D'Best mbungkusin kado sama Riri yang cedera engkel ala van basten.
Beli bunga kayak pasangan homo sama Richat di Barito.

Memang semua hal gak ada yang sia-sia
Gak satupun.
Kalo itu tentang Astri...

Selamat ulang tahun Ntaku.


Meja XCR yang berisik dan panas
120405
makasih. kamsia. taksiasia.

3.24.2005

Bangga





Isce, temen gue, pernah punya kisah unik.

Dia adalah pemain bass, jadi di ruangan kerjanya ada beberapa foto yang dia pajang dengan pose ketika lagi manggung dan ngebass.
Kebetulan dia kerja di perusahaan gede yg punya legal consultant bule australi.
Suatu saat datenglah sang bule yang emang udah cukup tua ini, ke ruangannya Isce,
Dan kurang lebih inilah dialognya (sudah diterjemahkan, dan yang pasti gak persis dialog aslinya):

Si Bule: "Wah elo ngeband juga toh...main bass?"
Isce: "Iya.."

"Sama dong...anak gue juga!"
"Oya? Dia masih ngeband? Main bas juga?"

"Iya! Dia tuh main band dari jaman kecil. Bikin gue bangga deh. Dia sekarang main Red Hot Chilli Peppers!"
"Oh iya lah..
Di sini--di Indonesia-- juga banyak yang mainin Red Hot. Gue juga salah satu fans meskipun gak suka bawain lagu mereka"


" No..no..anak gue main Red Hot"
"mmm..iya...trus?"


"No..maksud gue.. anak gue bassistnya Red HOt!"
"What!!? Maksud lo!?"

"Yes. Flea is my son."

Isce masih belum selesai terbengong-bengong, saat si bule itu nyerocos terus nyeritain semua kebanggaannya tentang Flea, sang anak.
Dia cerita dengan nada kebanggaan seolah-oleh Flea "hanyalah" seorang juara kelas di kelasnya.
Bahkan dia seolah tak sadar bahwa Flea adalah seorang superstar yang dikenal di seantero dunia, meskipun di kunjungan berikutnya dia bawain poster dengan authentic autograph anaknya
"For Mr. Isce..."

Baginya Flea memang sebuah kebanggaan.
Kebanggaan yang tak akan berubah, kalopun anaknya tak jadi seperti sekarang.
Kalopun dia hanyalah bintang kelas.
Hanyalah bassis di sebuah malam perpisahan.

Baginya Flea adalah Flea.

Betapa tak pernahnya habis kebanggaan seorang orangtua terhadap anaknya.
Tak peduli besar atau kecilnya yang dilakuin anaknya.
Entah itu jadi superstar,
atau sekedar berguling tengkurap dan tengadah lama.

Seperti yang dilakukan Naia kemarin malam...

Jangan pernah berhenti membuat papa bangga, nak.

Selamanya.



Kamar belakang Gandul
230305
prouder. proudest. mak nyessst.

3.18.2005

Kado





18 Maret 2005.
2 menit lewat tengah malam.

"selamat ulang tahun, sayang...

apakah aku masih menjadi yang no 1?"


SMS gue kirim di saat istri sudah tidur.
Saat gak nongol tanggapan, gue kirim ulang msg itu.
Sebuah balasan masuk.

"masih, sayang... seperti tahun-tahun sebelumnya...."

Maesa.

Sohib dari jaman celana masih belum nutup dengkul.
Dari jaman obrolan soal onani sampe soal ekstasi.
Hampir tiap tahun selalu gue nyelametin duluan.
Kadang malah nduluin pacarnya.
Dari Shanti, Rani sampe Pepi.

"hello, juooooo..."
Kadang sapaan pembukanya di telpon itupun, udah jadi oasis di keseharian gue.
Apalagi di tengah kenadiran pitch Mr. Zaenap, yang memberi torehan begitu dalem.
Sebuah ajakan --LOKANANTA. JAM 10 MLM.-- rasanya jadi sebuah fatamorgana tersendiri.


Dan akhirnya sebuah sms mengubah fatamorgana menjadi oasis beneran.
"iya sana, jangan minum banyak2 ya.. janji!"

Makasih untuk ultahmu 'Sa.
Seperti biasa kadonya malah buat gue.
Dari sohib tersayang dan istri tercinta .
Oleh-oleh kaos liverpool dan izin mengambilnya...


Meja XCR dgn speaker mblangsak
180305
hip.hip.hooray.

3.17.2005

Nadir





One shot.
One opportunity.
One big mistake.
One restless drowning...

I was,
Socrates 1986
Stuart Pearce 1990
Roberto Baggio 1994...


"Losers always whine about their best. Winners go home and fuck the prom queen"
John Mason (Sean Connery) - The Rock (1996)


Kamar Papa yang kallah, dik
170305
dropped. smashed. drowned

3.04.2005

KOMPROMI





Sebuah pertengkaran,
biasanya kalo ngelibatin suami dan istri, bisa karena suaminya tiap hari pulang malem dan weekend tetep ngantor.
Atau karena istrinya memang kurang pengertian dengan kerja keras suaminya banting tulang.

Kalo ngelibatin cowok dan cewek yang lagi pacaran,
mungkin karena cowoknya mabuk2an ampe pagi tumbang ditraktir klien gak kontek2 sampe jam 5 pagi,
atau karena si cewek sibuk lembur mulu ngerjain conflicting brand cowoknya.

Kalo ngelibatin boss dan bawahannya, bisa karena si boss dirasain terlalu nggenjot waktu kerjanya.
atau karena si bawahan gak punya manajemen time yang bagus.

Kalo dua orang temen baik?
"Elo kan temen lama gue kok nggak ngerti mau gue sih!!?"
atau
"Justru elo yang sebagai temen lama kok masalah gini aja marah!!"

Pertengkaran adalah moment of truth dalam sebuah hubungan.
Batas antara bencana atau kabar baik.

Manajemen pertengkaran adalah manajemen yang paling sulit dipelajari.
Manajemen perusahaan atau manajemen keuangan mah kagak ada apa2nya!!
Karena yang dilibatkan bukan cuma rasio dan intelektualitas.
Tapi juga air mata, makian, darah, dan doa.

Di saat alam mengenal sore di antara siang dan malam,
juga fajar di antara malam dan pagi
(atau justru siang di antara pagi dan sore -- malam di antara sore dan fajar!!??)
hangat di antara panas dan dingin,
pantai di antara darat dan laut,

di saat yang sama ibu-ibu mengenal AA Gatot dan Elsa Syarief di antara Adjie dan Reza,
rakyat mengenal kompensasi pendidikan dan kesehatan di antara subsidi BBM dan beban BBM,
dan ekonom mengenal Break Event Point di antara profit dan loss.

Tapi mengapa betapa sulitnya manusia mengenal kompromi di antara dua kutub ego?

Tanyakan pada rumput bergoyang yang ada di antara tanah dan langit....



meja XCR yang mulai wawut2an lagi
040305
yin. yang. yin-yang.

2.10.2005

Idol





Idol itu manusia.
punya rasa punya hati
dari daging dan darah.

Idol itu kultus individu.
digerakkan oleh histeria massa
atau euphoria tunggal

Idol itu adalah selera
tergantung di mana indera berdiri
(dan kapan berdirinya)

Idol itu adalah Pele atau Maradona atau Zidane

Idol adalah Bono atau LL Cool J atau Billy Ray Cyrus

Idol adalah Soekarno atau Soeharto atau Abdurrahman

Idol adalah Delon atau Nunung atau Oneng

Tapi sebenarnya,

idol itu adalah Naia atau Naia atau Naia......



Meja XCR dgn PC ber-OS baru..SETAN!
100205
update neh. update neh. update neh

1.08.2005

R.I.P





Telah meninggal dunia
sebuah rasa kemanusiaan
di sebuah Bar di tengah Jakarta

PS.ironis sekali saat relawan mati-matian nyelametin satu-dua nyawa

Memangnya di sini Texas, Di abad sembilan belas
yang berisi koboi-koboi mabok, liar dan hukum ditonjok

saling menendang, saling menerjang
adu kuasa, adu senjata
DOR!
SLANK - PISS (1992)



Kamar Papa dan Bunda Naia
080105
masih. gakhabis. pikir

1.01.2005

(tak ada) Tahun Baru






Selamat Malam.
(maaf, kali ini gak ada sahutan plesetan "Celana Dalam...")

Malam ini gak ada kembang api.
Malam ini gak ada tahun baru.
Karena memang gak ada lagi tahun lama.

Di titik ini, adalah titik nol.
Awal dari sebuah kehidupan.
Gak usah tanya sama mereka.
Mereka lebih tahu itu.

Jeweran itu bukan buat mereka.
Mereka semua justru beruntung
kepilih untuk lebih cepet lepas dari kefanaan.
Supaya gak keseret lebih jauh di kegelapan.

Jeweran itu buat kita.
Yang masih doyan pesta pora.
Yang masih pegang teguh sebuah semboyan:
"Muda foya-foya, tua kaya raya, mati (pengennya) masuk surga."

Selamat malam kawan-kawan
Selamat mengawali kehidupan

Dapet salam dari hati nurani...


Kamar belakang Gandul non XCR
311204
mengelus. elus. menghela

12.29.2004

Ronggowarsito Monolog





Ya Allah...
mengapa kau benarkan imajinasiku....


Kamar Naia bukan XCR
290104
bergetar. tersedak. merembes

12.24.2004

Malam Tetap Terulang





Berada di studio Bonita.
Malam sebelumnya.
Tanpa Bonita.
Bersama Yuka dan Anda.
Dengarkan "Malam Tetap Terulang"
Bertegur sapa dengan Oom dan Tante Koes.
Sebuah malam yang serupa.
Sama seperti sebuah masa.
Mengepulkan rokok yang sama.
Bedanya ada di Mutia.
Bedanya ada David Tarigan dan Kenny.
Bedanya kuresah dengan waktu.
Benar-benar malam yang terulang.
Tapi tak sepenuhnya serupa.

Sama seperti malam natal ini
yang terulang dan sama
seperti malam-malam sebelumnya
tapi tidak bagiku
meski tak lagi kupeluk
semangatnya tetap kupupuk
beterbangan bersama dering SMS
kudengarkan lagi
restorasi "Malam Tetap Terulang"
teriris sayatan gitar Damon Koeswoyo
teriris dan habis senyumku
ada lagi sesuatu yang terulang di hari ini
lagi-lagi pencampakan
sebuah pengingkaran
terhadap semangat natal
terhadap sebuah hubungan
terhadap pertemanan
terhadap...
Ah sudahlah..

Selamat Natal dan Tahun Baru teman,
atau siapapun kau...



Meja XCR Yang Bersih--Moga2 Tak Kau Kotori Teman..
241204
Lagi. Lagi. Lagi.

12.21.2004

Hipnotis





Ngeliat Romi Rafael ngehipnotis orang
dan nyuruh orang itu berbuat tolol
miris banget rasanya
kok ya tega-teganya bikin acara TV kayak begitu
ngggoblok-goblokin dan jadiin bahan ketawaan seindonesia
ngeraup untung dari kemaluan orang lain

Yang lebih miris lagi adalah saat menyadari
kayak begitulah tololnya kita saat dihipnotis

Gak perlu seorang Romi Rafael
cukup selembar Bung Karno dan Hatta
atau sehelai WR Soepratman
kadang kita bisa-bisanya dihipnotis

Persis plek ketiplek
kita dipermalukan
dianggep gak punya moral
gak punya martabat
jual diri
kayak pelacur mahakam
kayak Evie Juling sang urban legend 80-an

Dan sebentar lagi kita bakal menuai
hasil hipnotis baru
tanpa Romi Rafael
tanpa Soekarno-Hatta
tanpa W.R. Soepratman

Cukup seuntai senyuman jendral

Layaknya senyuman jendral di awal 60-an
yang nggotong kita ke swasembada palsu
ke masa kebebasan yang bertanggung jawab
(siape yang bebas, siape yang tanggung jawab??)
ke dalem ekonomi kekeluargaan
(keluarga siapeee!!??? >-< )
ke dalem era warna dunia hijau - kuning
(dunia hitam kaleeeeeeeeee!!)
ke saat harga-harga DISESUAIKAN
(dinaikin, goblokkkkkkkk!!!!)

selama 3 dasawarsa

Kisah hitam yang terlupakan
kisah klasik yang meromantis lagi
kisah hipnotis yang tersamarkan
dan itu semua pilihanmu
duhai bangsa pemaaf

Selamat datang hipnotis baru...


Meja XCR Dgn Roket Kuning
211204
Muak. Mual. Muntah.

12.13.2004

NAIA II





An angel appears to be just like everybody else,
only more so.


Meja XCR yg tanpa baumu
131204
rindu2. trenyuh2. kangen2.

12.10.2004

Now Angel Is Alive





diriku mematung
di sini
di tiap kejapmu

dihela napasku
di sini
di tiap tatapmu

dimainkanku
di sini
di tengah tawamu
di balik eranganmu

dihampiriku
di sini
di tengah rinduku
di hamparanmu

dik,
dirimu
dianugerahkan
di atasku
di atas segalanya...


Meja XCR yg tanpa fotomu
101204
rindu. trenyuh. kangen.

12.02.2004

No #2?





Mas Ronggo..
Apa bener setelah pemimpin "No" dan pemimpin "To"
Kita akan kedatangan pemimpin "No" ke 2?

"Benar"

Kok yg kemaren setelah 1998 yg nongol "Bo"?
Abis itu "Do"?
Abis itu malah "Go"?

"Hmmm mereka semua seharusnya tidak jadi pemimpin...Liat aja kalo disambung..."Bodo Gih!!" "

Yang ini bener?
Karena dipilih aklamasi sama rakyat, tanpa kecurangan (yang ketauan) ya?
Jadi ini pemimpin "No" ke 2?

"He-eh.."

Jadi abis No-To-No-akan muncul pemimpin "Go"?
Kemudian pemimpin "Ro"?
Baru muncul Satrio Piningit?

"Tidak.. pemimpin "No" kedua ini akan mendatangkan tes besar buat bangsa ini. Sebuah GORO-GORO!!!"

Maksudnya bencana besar?

"He-eh.."

Gempa bumi?
Pesawat jatuh?
Prajurit arogan?
Tabrakan di Tol???
Bentrokan di TPST????
Pecahnya-Santri2????

Mas Ronggo!!?
Mas Ronggo!!!?

"zzzz......"

Yeee...!!!


Meja XCR yg ada asbak spidermannya
021204
aduh. masaksih. guebilangjugaapa.

11.30.2004

TB or not TB That's out of question





"Mas ini hasilnya.."
Tuberculosis.
Nanarku senanarnya.

Kami berdua tahu
apa artinya.

Makasih selama ini.
"Pak Sabar yang sabar, ya"

Kami berdua tak bersuara...


Meja Di Depan Poster Besar Dhini Aminarti
301104
melas. kesian. tega.