7.11.2006

Pelajaran Yang Tersisa






Di sebuah kelas Fakultas Hukum, Marcello Lippi maju ke depan dengan cerutu di mulutnya.
Dia bicara panjang lebar tentang arti sebuah kerja keras.
Tentang proses panjang menuju sebuah tujuan.
Seluruh isi kelas manggut-manggut.
Mereka tak berani menyangkal kebenaran isi kuliahnya hari itu.
Mereka semua menjadi saksi keberhasilan tim Italia yang dibentuknya dengan solid.
Mulai dari melibas Jerman di partai pemanasan di Firenze, dengan skor telak 4-1, sampai di laga pamuncak mengandaskan Perancis 6-5 lewat adu penalti di Berlin, tim Italia tak pernah terkalahkan.
Determinasi, strategi, permainan cantik menyerang diramu dengan cattenacio, menjadi resepnya.
Dan Piala Dunia di tangannya, menjadi buktinya.

Setelah itu Zinedine Zidane maju ke depan.
Kali ini seisi kelas manggut-manggut mendengar isi kuliah Zizou tentang kehidupan seorang manusia.
Dia bicara tentang perjalanan panjang hidup seorang manusia yang penuh dengan pasang surut.
Tentang manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, yang tak pernah sesempurna penciptanya.
Lagi-lagi mereka tak berani menyangkal kebenaran isi kuliah itu.
Mereka semua memelototi rekaman perjalanan roller coaster Zizou, mulai dari Girondins de Bordeaux, Juventus, Real Madrid.
Mulai Dari WC 1998, 2002, sampai 2006.
Keseimbangan skill dan mental menjadi resep kehidupannya.
Baik dan buruk adalah hasil dari komposisinya.
Golden Ball 2006 dan Kartu Merah adalah buktinya.

Giliran Horacio Elizondo maju ke depan.
Dia bicara soal keadilan.
Dia bicara soal keberanian.
Dia bicara soal esensi pepatah yang sudah lama mereka kenal: "Berani karena Benar"
Dan sekali lagi mereka manggut-manggut.
Mereka memangguti performa Elizondo di tengah kritik buruknya kinerja wasit di WC 2006.
Mereka memangguti keberaniannya bersikap adil, tanpa pandang bulu.
Siapapun bersalah, meskipun bintang seperti Rooney atau dewa seperti Zizou, ya harus dihukum.

Kuliah pun selesai.
Tiga tamu kehormatan, Mendiknas Bambang Sudibyo, Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan dan Wapres Jusuf Kalla pun dipersilakan maju ke depan untuk menyampaikan satu patah dua patah kata.
Sebelum nantinya memukul gong, sebagai penutupan secara simbolis, kuliah singkat tersebut.

Mereka bertiga kemudian bergantian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tiga dosen tamu tersebut.
Sambil bergantian memberi petuah yang intinya sama: agar para mahasiswa memahami isi kuliah tersebut, mengambil esensinya yang begitu berharga, sebagai pijakan untuk kehidupan dan masa depan para mahasiswa sendiri.

Seorang mahasiswa berdiri.
"Maaf bapak-bapak terhormat.
Kalo benar bapak setuju dengan esensinya pak Lippi, Pak Zidane dan Pak Elizondo, lalu mengapa itu tidak keliatan dr pemikiran dan perilaku Anda bertiga ya?"

Kelas bergemuruh.

"Kebijakan Mendiknas mengadakan Ujian Nasional sama sekali tidak menghargai kerja keras anak-anak sepanjang tahun.
Hanya dalam sehari kerja keras setahun hilang begitu saja.
Hidup matinya seseorang bisa dibalik semudah membalik kertas.
Lihatlah Pak Zidane.
Kesalahannya di partai final, tidak memupus kerja kerasnya sepanjang turnamen.
Dia masih tetap terpilih sebagai Pemain terbaik World Cup 2006.

Ucapan Bapak Wapres yang mau menjadikan janda-janda di daerah puncak menjalankan kawin kontrak supaya menarik wisatawan TimTeng, sangat-sangat tidak memanusiakan manusia.
Pemerintah tak mau kerja keras menyediakan mereka lapangan kerja, dan lebih memilih cara instant dengan melacurkan mereka.
Pemerintah tak menganggap mereka manusia, karena bukan saja tak berusaha meningkatkan skill mereka, tapi juga justru memarjinalkan mental mereka.

Keputusan Pak Ketua MA yang tidak mau datang sebagai saksi di pengadilan Tipikor tidak menggambarkan keadilan.
Merasa dirinya sebagai Dewa yang tak tersentuh.
Boro-boro dikartumerah, diperiksapun tak mau.
Sebaliknya Pak Ketua MA malah "memanusiakan" hakim dengan cara menerbitkan peraturan MA yang membolehkan hakim menerima pemberian..."

Kelas hening.
Semua orang manggut-manggut.
mahasiswa tadi maju ke depan, mengambil pemukul gong.

"Pelajaran sudah selesai..."

GOOOOONGGGGG!!!!!




Meja di Adwork dengan poster jadwal WC 2006 yang terkelupas.
110706
Ole. Ole. Oleh-oleh...

4 comments:

Diki Satya said...

lutunaaa...lutuna.

Alia said...

Nice! :)

Blogger said...

Did you know that you can make cash by locking selected pages of your blog or site?
Simply open an account with CPALead and add their content locking tool.

Blogger said...

Are you monetizing your premium file uploads?
Did you know that AdWorkMedia will pay you an average of $0.50 per link unlock?