3.24.2005

Bangga





Isce, temen gue, pernah punya kisah unik.

Dia adalah pemain bass, jadi di ruangan kerjanya ada beberapa foto yang dia pajang dengan pose ketika lagi manggung dan ngebass.
Kebetulan dia kerja di perusahaan gede yg punya legal consultant bule australi.
Suatu saat datenglah sang bule yang emang udah cukup tua ini, ke ruangannya Isce,
Dan kurang lebih inilah dialognya (sudah diterjemahkan, dan yang pasti gak persis dialog aslinya):

Si Bule: "Wah elo ngeband juga toh...main bass?"
Isce: "Iya.."

"Sama dong...anak gue juga!"
"Oya? Dia masih ngeband? Main bas juga?"

"Iya! Dia tuh main band dari jaman kecil. Bikin gue bangga deh. Dia sekarang main Red Hot Chilli Peppers!"
"Oh iya lah..
Di sini--di Indonesia-- juga banyak yang mainin Red Hot. Gue juga salah satu fans meskipun gak suka bawain lagu mereka"


" No..no..anak gue main Red Hot"
"mmm..iya...trus?"


"No..maksud gue.. anak gue bassistnya Red HOt!"
"What!!? Maksud lo!?"

"Yes. Flea is my son."

Isce masih belum selesai terbengong-bengong, saat si bule itu nyerocos terus nyeritain semua kebanggaannya tentang Flea, sang anak.
Dia cerita dengan nada kebanggaan seolah-oleh Flea "hanyalah" seorang juara kelas di kelasnya.
Bahkan dia seolah tak sadar bahwa Flea adalah seorang superstar yang dikenal di seantero dunia, meskipun di kunjungan berikutnya dia bawain poster dengan authentic autograph anaknya
"For Mr. Isce..."

Baginya Flea memang sebuah kebanggaan.
Kebanggaan yang tak akan berubah, kalopun anaknya tak jadi seperti sekarang.
Kalopun dia hanyalah bintang kelas.
Hanyalah bassis di sebuah malam perpisahan.

Baginya Flea adalah Flea.

Betapa tak pernahnya habis kebanggaan seorang orangtua terhadap anaknya.
Tak peduli besar atau kecilnya yang dilakuin anaknya.
Entah itu jadi superstar,
atau sekedar berguling tengkurap dan tengadah lama.

Seperti yang dilakukan Naia kemarin malam...

Jangan pernah berhenti membuat papa bangga, nak.

Selamanya.



Kamar belakang Gandul
230305
prouder. proudest. mak nyessst.

3.18.2005

Kado





18 Maret 2005.
2 menit lewat tengah malam.

"selamat ulang tahun, sayang...

apakah aku masih menjadi yang no 1?"


SMS gue kirim di saat istri sudah tidur.
Saat gak nongol tanggapan, gue kirim ulang msg itu.
Sebuah balasan masuk.

"masih, sayang... seperti tahun-tahun sebelumnya...."

Maesa.

Sohib dari jaman celana masih belum nutup dengkul.
Dari jaman obrolan soal onani sampe soal ekstasi.
Hampir tiap tahun selalu gue nyelametin duluan.
Kadang malah nduluin pacarnya.
Dari Shanti, Rani sampe Pepi.

"hello, juooooo..."
Kadang sapaan pembukanya di telpon itupun, udah jadi oasis di keseharian gue.
Apalagi di tengah kenadiran pitch Mr. Zaenap, yang memberi torehan begitu dalem.
Sebuah ajakan --LOKANANTA. JAM 10 MLM.-- rasanya jadi sebuah fatamorgana tersendiri.


Dan akhirnya sebuah sms mengubah fatamorgana menjadi oasis beneran.
"iya sana, jangan minum banyak2 ya.. janji!"

Makasih untuk ultahmu 'Sa.
Seperti biasa kadonya malah buat gue.
Dari sohib tersayang dan istri tercinta .
Oleh-oleh kaos liverpool dan izin mengambilnya...


Meja XCR dgn speaker mblangsak
180305
hip.hip.hooray.

3.17.2005

Nadir





One shot.
One opportunity.
One big mistake.
One restless drowning...

I was,
Socrates 1986
Stuart Pearce 1990
Roberto Baggio 1994...


"Losers always whine about their best. Winners go home and fuck the prom queen"
John Mason (Sean Connery) - The Rock (1996)


Kamar Papa yang kallah, dik
170305
dropped. smashed. drowned

3.04.2005

KOMPROMI





Sebuah pertengkaran,
biasanya kalo ngelibatin suami dan istri, bisa karena suaminya tiap hari pulang malem dan weekend tetep ngantor.
Atau karena istrinya memang kurang pengertian dengan kerja keras suaminya banting tulang.

Kalo ngelibatin cowok dan cewek yang lagi pacaran,
mungkin karena cowoknya mabuk2an ampe pagi tumbang ditraktir klien gak kontek2 sampe jam 5 pagi,
atau karena si cewek sibuk lembur mulu ngerjain conflicting brand cowoknya.

Kalo ngelibatin boss dan bawahannya, bisa karena si boss dirasain terlalu nggenjot waktu kerjanya.
atau karena si bawahan gak punya manajemen time yang bagus.

Kalo dua orang temen baik?
"Elo kan temen lama gue kok nggak ngerti mau gue sih!!?"
atau
"Justru elo yang sebagai temen lama kok masalah gini aja marah!!"

Pertengkaran adalah moment of truth dalam sebuah hubungan.
Batas antara bencana atau kabar baik.

Manajemen pertengkaran adalah manajemen yang paling sulit dipelajari.
Manajemen perusahaan atau manajemen keuangan mah kagak ada apa2nya!!
Karena yang dilibatkan bukan cuma rasio dan intelektualitas.
Tapi juga air mata, makian, darah, dan doa.

Di saat alam mengenal sore di antara siang dan malam,
juga fajar di antara malam dan pagi
(atau justru siang di antara pagi dan sore -- malam di antara sore dan fajar!!??)
hangat di antara panas dan dingin,
pantai di antara darat dan laut,

di saat yang sama ibu-ibu mengenal AA Gatot dan Elsa Syarief di antara Adjie dan Reza,
rakyat mengenal kompensasi pendidikan dan kesehatan di antara subsidi BBM dan beban BBM,
dan ekonom mengenal Break Event Point di antara profit dan loss.

Tapi mengapa betapa sulitnya manusia mengenal kompromi di antara dua kutub ego?

Tanyakan pada rumput bergoyang yang ada di antara tanah dan langit....



meja XCR yang mulai wawut2an lagi
040305
yin. yang. yin-yang.